Lifestyle

4 Kesalahan Yang Paling Sering Dilakukan Pada Pemutih Pakaian

Pemutih pakaian  kini seakan wajib digunakan dalam proses pencucian baju berwarna putih. Fungsinya yang memang membuat warna putih kembali seperti baru lagi, tak ayal membuat banyak orang tertarik memakainya. Kini, sudah banyak berbagai produk pemutih pakaian dari banyak merk yang bisa kita jumpai dengan mudah dipasaran.

Memang, ada banyak jenis pakaian harian yang berwarna putih, mulai dari baju kaos, jilbab, kemeja, kaos kaki dan lainnya, yang mana jika terlalu sering digunakan akan membuat warna putih menjadi kusam dan tampak seperti tidak baru lagi. Untuk mengembalikan warna putih alami pada baju dan terlihat lebih cerah, maka digunakanlah pemutih pakaian saat mencuci.

Sayangnya, banyak orang yang hanya peduli akan manfaat dari pemutih pakaian tanpa mau tahu apa saja risiko yang mungkin terjadi terhadap penyalahgunaan pemutih pakaian. Berikut ini ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan oleh banyak orang terkait penggunaan pemutih pakaian.

1.      Pemakaian Dosis Yang Berlebihan

Perlu diketahui, jika dalam pemutih pakaian terdapat beberapa zat dengan kandungan konsentrasi tinggi sehingga dalam pemakaiannya sebaiknya menggunakan dosis yang pas sesuai penggunaan. Kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah banyak orang yang secara sembarangan menggunakan pemutih pakaian tanpa aturan dosis yang tepat. Bahkan masih ada saja yang beranggapan bahwa semakin banyak memakai pemutih pakaian maka akan semakin cepat warna putih pada pakaian kembali. Sebaiknya, saat hendak memakai pemutih pakaian, perhatikan aturan dosis yang disarankan. Biasanya, hal ini sudah dijelaskan pada bagian “aturan cara pakai” yang tertera pada kemasan. Ikuti petunjuk penggunaan dan dosis sesuai yang dijelaskan.

2.      Pemutih Pakaian Bukan Untuk Disinfektan

Pernah merendam pakaian kotor ke dalam campuran air dan pemutih pakaian tanpa terlebih dahulu mencucinya? Mungkin hal ini sering dilakukan oleh yang lainnya. Jika ya, stop dan jangan ulangi hal serupa! Pemutih pakaian tidak sepenuhnya dapat berperan sebagai disinfektan atau pembunuh kuman sehingga sebelum merendam pakaian kotor ke dalam pemutih pakaian, sebaiknya cuci bersih terlebih dahulu menggunakan sabun pencuci. Setelah pakaian putih tadi bersih, barulah rendam ke dalam pemutih pakaian.

3.      Hindari Mencampurkan Pemutih Pakaian Dengan Pembersih

Entah berasal darimana informasi yang menyebutkan bahwa campuran pemutih dan pembersih dapat menjadi semacam larutan yang ampuh untuk membersihkan berbagai kotoran yang terdapat pada kamar mandi dan WC. Terkadang, ada saja sebagian orang yang masih melakukan hal ini. Padahal, mencampurkan kedua bahan tadi sangat berisiko menimbulkan gas beracun yang berasal dari zat ammonia yang terdapat pada kedua bahan tersebut. Efeknya, jika terhirup akan mengganggu pernafasan bahkan bisa mengakibatkan hal buruk yang lebih parah seperti keracunan.

4.      Tidak Menggunakan Sarung Tangan Saat Menyentuh Pemutih Pakaian

Banyak yang merasakan kulit tangan terasa lebih kasar, panas bahkan iritasi usai menyentuh pemutih pakaian. Hal ini memang bisa terjadi karena adanya zat-zat berkonsentrasi tinggi pada pemutih pakaian. Untuk itu, sangat disarankan menggunakan sarung tangan dari bahan yang tidak tembus air seperti karet/latex untuk mencegah terjadinya kontak langsung antara kulit dengan larutan pemutih. Bagi yang memiliki kulit sensitif, sangat perlu memperhatikan hal ini. Hindari menyentuh pemutih pakaian agar kulit tangan tidak iritasi atau terasa panas.

Semoga dengan informasi di atas tadi, kita bisa lebih berhati-hati dalam penggunaan pemutih pakaian. Bijaklah dalam pemakaian untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Semoga ulasan dalam artikel ini bermanfaat, salam!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *