Kesehatan

Ketahui Gejala Umum Sindrom Hemolitik Uremik

Pernahkah anda menjumpai seseorang  yang berada di sekitar anda mengalami mual, diare disertai darah, dan selama beberapa hari mengalami perubahan kondisi suasana hati? Jika kondisi tersebut terjadi pada seseorang, tentu anggapan yang muncul yakni permasalahan pencernaan karena mengonsumsi makan terlalu pedas atau makan yang telah terkontaminasi oleh bakteri? Setelah hal tersebut terjadi, sebagian banyak orang juga menganggap kondisi tersebut dapat segera sembuh dalam beberapa hari ke depan. Kebanyakan orang cenderung mengabaikan munculnya kondisi kecil yang berkaitan dengan kesehtan. Padahal, kondisi-kondisi tersebut dapat menjadi gejala dari timbulnya penyakit yang fatal. Salah satu penyakit yang menunjukan gejala-gejala tersebut yaitu sindrom hemolitik uremik. Apakah anda familiar dengan istilah penyakit tersebut?

Sindrom hemolitik uremik (SHU) merupakan suatu kondisi yang kompleks karena terjadinya reaksi imun. Pada umumnya, kondisi tersebut terjadi setelah terjadi infeksi pada saluran pencernaan yang merusak sel-sel darah merah. Akibat yang ditimbulkan yaitu kadar sel darah merah mejadi lebih rendah, kadar trombosit juga rendah, serta terjadi cedera atau luka pada ginjal. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, dapat memicu terjadinya penyakit gagal ginjal. Selain itu kondisi tersebut juga dikaitkan dengan gangguan yang terjadi pada organ otak.

Seseorang yang mengalami sindrom hemolitik uremik pada masa awal akan mengalami gejala, seperti: muntah dan diare yang disertai dengan keluarnya darah. Ketika hal tersebut terjadi, seseorang akan mengalami kelelahan, badan lemas, dan timbul kegelisahan yang tidak dapat dikendalikan. Selain itu juga terjadi penurunan intensitas buang air kecil.

Gejala umum terjadinya sindrom hemolitik uremic diantaranya:

  1. Seseorang mengalami demam
  2. Perut terasa mual
  3. Timbul rasa nyeri berlebihan pada perut
  4. Setelah mengalami mual dan rasa nyeri pada perut seseorang juga dapat mengalami muntah
  5. Terjadi tekanan darah tinggi
  6. Buang air kecil tidak lancar (seseorang dapat mengalami kondisi tidak buang air kecil sama sekali) dan warna urine dapat berwarna kemerah-merahan
  7. Terjadi kejang meskipun tidak sering terjadi
  8. Buang air besar yang tidak dapat dikontrol (diare)
  9. Timbul rasa kelelahan dan gelisah (mudah tersinggung dan marah)
  10. Kaki, tangan, dan wajah mengalami bengkak
  11. Kulit tampak berwarna pucat
  12. Terdapat memar pada beberapa bagian tubuh meskipun tidak mengalami benturan
  13. Tingkat kesadaran menurun
  14. Timbul bintik-bintik merah yang halus pada kulit.

Itulah gejala-gejala umum yang ditimbulkan oleh sindrom hemolitik uremik. Hal pencegahan yang dapat anda lakukan untuk meminimalisir terjadinya sindrom tersebut yakni selalu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri anda. Dengan mejaga kebersihan lingkungan di sekitar dan diri anda, serta kebersihan dan kesehatan makanan yang anda konsumsi juga sangat memengaruhi virus atau bakteri dapat masuk ke dalam tubuh. Jika anda memerhatikan kebersihan,berbagai virus dan bakteri yang menyerang tubuh dapat diminimalisir jika terdapat gejala-gejala lain segera lakukan pemeriksaan dengan tim dokter untuk memastikan kondisi kesehatan yang anda alami. Karena munculnya gejala tersebut bervariasi pada setiap orang. Mengingat dampak yang ditimbulkan sindrom tersebut juga berbahaya terhadap gangguan gagal ginjal, penanganan secara cepat dan tepat haruslah anda lakukan.

Nah, itulah penjelasan mengenai gejala-gejala umum yang terjadi pada seseorang yang mengalami sindrom hemolitik uremik. Jika anda masih memerlukan informasi lebih lanjut mengenai sindrom tersebut, anda dapat mengakses informasi tersebut melalui laman https://www.klikdokter.com/penyakit/sindrom-hemolitik-uremik .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *