Kesehatan

Tujuh Kondisi yang Membuat Ibu Harus Memberikan Susu Formula untuk Bayi

Memberikan asupan nutrisi untuk bayi tentu tidak boleh sembarangan. Nutrisi yang paling tepat untuk bayi adalah ASI. ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi hingga dua tahun. Meski baik, namun ada beberapa kondisi yang ternyata dapat menghalangi ibu dari memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, sebaiknya ibu memilihkan susu formula terbaik untuk bayi sebagai pengganti ASI. 

Berikut adalah kondisi yang membuat ibu harus memberikan susu formula:

Terjadi kondisi darurat

Kedaruratan yang menghalangi anak dari meminum ASI misalnya karena ibu meninggal atau sakit parah sehingga tidak mampu menyusui. Oleh karena itu sebaiknya bayi tetap diasup dengan nutrisi yang berasal dari susu formula. Meski memang bayi dapat dibantu menggunakan donor ASI, pemilihan pendonor ASI tidak boleh sembarangan. Anda perlu melihat kondisi pendonor apakah sehat dan terbebas dari penyakit yang membahayakan bayi.

Keadaan medis pada ibu

Ada beberapa kondisi medis yang dapat menghalangi ibu dari menyusui. Misalnya ibu mengidap penyakit HIV positif yang tidak tertangani dengan baik. Namun, apabila HIV tertangani dengan baik, ada kemungkinan ibu masih dapat menyusui. Itupun tentu selama masih dalam pengawasan dokter. Sementara jika ibu mengidap penyakit HTLV (Human T-lymphotropic Virus) tipe 1 dan 2, ibu tidak diperbolehkan untuk menyusui karena khawatir virus masuk ke dalam ASI. Sebaiknya ganti ASI dengan produk susu formula terbaik untuk bayi misalnya Morinaga Chil Kid Platinum. Morinaga Chil Kid Platinum adalah susu formula yang diformulasikan dengan formula khusus Body Defense dan Brain Care.

Asupan ASI tidak mencukupi

Ada beberapa ibu yang mengalami “kekeringan” pada payudaranya sehingga jumlah ASI yang dihasilkan terlalu sedikit. Apabila ini terjadi pada ibu, sebaiknya tambahkan asupan susu formula untuk bayi anda.

Hamil sehingga berhenti menyusu

Meski tidak semua ibu yang hamil harus berhenti dari menyusu, namun beberapa ibu mengalami pengurangan jumlah ASI karena hormon kehamilan sehingga bayi harus diberikan asupan tambahan dari susu formula. Selain itu, hormone yang dihasilkan akibat kehamilan juga bisa menyebabkan rasa ASI berubah sehingga bayi tidak mau lagi menyusu.

Bayi tidak mau lagi menyusu ASI

Beberapa bayi dapat mengalami “kebosanan” sehingga tidak mau lagi menyusu ASI meski belum mencapai waktu untuk disapih. Idealnya, waktu menyusu ASI eksklusif adalah selama dua tahun penuh, namun beberapa bayi sudah tidak mau menyusu meski belum mencapai 2 tahun. Oleh karena itu, sebaiknya berikan susu formula terbaik untuk bayi yang memiliki formula hampir sama seperti ASI agar nutrisi tetap terpenuhi. 

Bila anda khawatir bayi mengalami alergi terhadap susu sapi, anda bisa memberikan Morinaga Chil Kid P-HP. Morinaga Chil Kid P-HP diproses secara enzimatik sehingga protein pada susu sapi tidak membuat bayi mengalami alergi.

Mengalami masalah pada kesehatan

Beberapa ibu yang terlalu memaksakan menyusui meski kandungan ASI yang dimiliki tidak mencakup kebutuhan bayi dapat mengalami masalah pada kesehatannya. Beberapa ibu mengeluhkan puting yang luka, berdarah, pecah sehingga merasa sakit setiap kali menyusui. Selain itu, terlalu sering memompa juga dapat membahayakan tubuh. Untuk menyeimbangkan kebutuhan bayi dan kemampuan mengasup ASI dari ibu, sebaiknya ibu dapat menambahkan susu formula.

Bayi mengalami kelainan genetik

Kelainan genetik seperti bayi tidak memiliki enzim untuk mencerna komponen pada susu dapat membuat anda tidak bisa menyusuinya dengan ASI. Oleh sebab itu bayi harus diberikan susu yang diformulasikan khusus agar tetap dapat dicerna. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *